Kaidah Penulisan Matematika

Tulisan ini saya ambil dari makalah Bapak Sigit Tri Guntoro, M.Si pada Seminar Penulisan dan Pengetikan Simbol Serta Istilah Matematika di PPPPTK Matematika hari ini (hehe, ketahuan saya ngikuti seminar sambil nge-blog😀 ).

Pengalaman saya sebagai editor di beberapa kegiatan, memang lumayan menyita energi untuk mencermati tata tulis artikel-artikel yang masuk. Hal ini mungkin disebabkan kurangnya sosialisasi kaidah penulisan matematika, sehingga para penulis (dan mungkin saya juga) kurang peka dengan aturan-aturan tersebut. Dan memang, untuk tulisan matematika banyak hal yang harus dicermati, tidak semua tercantum di EYD. Padahal, EYD itu sendiri juga masih sering berbeda-beda pemahaman antar setiap penulis, nah lho????

Berikut beberapa kaidah penulisan tersebut.

1. Formula matematika menggunakan huruf Times New Roman. Sementara untuk huruf lain yang bukan formula matematika huruf dapat menyesuaikan.

2. Penulisan huruf  / gabungan huruf untuk mewakili titik, pasangan berurut , variabel, konstanta atau simbol-simbol matematika lain berupa huruf italic atau cetak miring.

Misal :

2x + 2y = 5 ,  bukan 2x + 2y = 5

3. Operator dengan lebih dari satu huruf tidak ditulis miring.

Misal:

sin x + cos x = 1 ; bukan sin x + cos x = 1

4. Bilangan yang ditempatkan dimanapun, tidak ditulis miring.

Misal :

log 10x ; bukan log 10x

5. Hindari penggunaan garis miring (” / ” ) untuk pembagian.

\frac{x}{y}

bukan x/y

6. Operasi matematika (seperti +, —, × , ÷ , dsb ) ditulis dengan spasi di depan dan di belakangnya. Termasuk pula = , ≠, < , > ≤ , ≥ dsb.

Misal:

1 + 1 = 2 ; bukan 1+1 = 2

7. Tanda ” … ” untuk menggantikan kata “dan seterusnya”, harus dibedakan antara barisan dan deret.

Misal:

Perhatikan 1 + 2 + 3 + … + n = S , untuk n = 1,2, …, k

8. Kalimat biasa jangan disisipi dengan kata kerja matematika dalam bentuk simbol, kecuali dalam rangka perwujudan variabel.

Misal:

Jadi banyaknya siswa kelas IX yang lulus = 40 siswa

SEHARUSNYA

Jadi banyaknya siswa kelas IX yang lulus adalah 40 siswa.

Atau:

Misalkan, x = banyaknya siswa kelas IX yang lulus.

9. Gunakan tanda kurung yang proporsional dengan ukuran objek di dalam kurung.

10. Gunakan sajian geometri secara konsisten.

11. Jangan menempatkan formula matematika pada awal kalimat.

12. Formula matematika yang ditulis dalam baris tersendiri sebagai lanjutan kalimat di atasnya, ditulis menjorok ke dalam.

Bloggers, itu saja yang bisa saya rangkumkan. Beberapa hal lain yang lebih detail silahkan dibaca dari referensi berikut. Makasih Pak Sigit 🙂

3 thoughts on “Kaidah Penulisan Matematika

  1. Thanks MiFu, tadi baru minta ke Omietha, ee udah muncul di sini. Arigatou…

    Btw, untuk penulisan garis miring dalam kalimat sepertinya tidak perlu spasi ya Jeng.😛 (malah ngedit postingan ini, hahaha….)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s