Applying Bloom’s Taxonomy in Writing Unit-level Learning Outcomes

Judul tulisan ini saya samakan dengan aslinya.  Courtesy to Dr. FengChun Miao from UNESCO BKK🙂.

Menentukan hasil yang diharapkan dari  pembelajaran sangat penting dalam mendesain rencana pembelajaran menggunakan teknologi (sebenarnya sih dalam hal apapun, ‘menentukan hasil’ selalu penting, ya kan?).

Hubungannya dengan pembelajaran, Taksonomi Bloom dapat diaplikasikan untuk menentukan sejauh mana hasil yang diharapkan.  Pada Taksonomi Bloom (revisi) disebutkan 6 tingkatan  dalam pembelajaran, yakni:

1. Mengingat (remembering)

Termasuk di dalam tahap ini adalah mengenali (recognizing) dan menyebutkan (recalling). Hasil ini merupakan hasil paling sederhana dalam pembelajaran, yakni sebatas menempatkan memori tentang pengetahuan yang baru diperoleh.

2. Memahami (understanding)

Termasuk dalam tahap ini adalah mengklasifikasikan (classifying), menginterpretasikan, menyusun ringkasan (summarizing), menjelaskan (explaining), dll. Dalam tahap ini, peserta ajar sudah memiliki kemampuan mengolah pengetahuan yang dimiliki.

3. Mengaplikasikan (applying)

Pada tahap ini peserta diharap dapat mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki dalam penyelesaian masalah. Termasuk mengimplementasikannya.

4. Menganalisa (analyzing)

Termasuk di dalamnya adalah mengidentifikasi dan menyusun struktur/ sistem . Pada tahap ini, peserta ajar diharapkan telah memiliki kemampuan untuk menjawab pertanyaan “WHY?” secara rasional.

5. Mengevaluasi (Evaluating)

Pada tahap ini peserta ajar diharapkan telah dapat menemukan kesalahan disertai memberi masukan atau saran perbaikan. Tentu saja evaluasi yang dilakukan telah berdasar analisa sebelumnya.

6. Creating (menyusun)

Dalam pembelajaran menggunakan ICT, tahap ini merupakan tahap paling tinggi dari hasil yang diharapkan. “Creating” pada tahap ini bukan hanya “membuat”, tetapi lebih pada “memproduksi” atau “inventing product”. Well, memang ada beberapa pendapat yang menyatakan evaluasi adalah tahap tertinggi. Tetapi khusus dalam penggunaan ICT, yang terjadi adalah: seseorang yang dapat “memproduksi” pasti akan dapat melakukan evaluasi, namun belum tentu sebaliknya.  Karena “memproduksi” mencakup tahapan menganalisa, menyusun desain, mengevaluasi desain, dan mengimplementasikannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s