Kisah Tiga Sahabat

Aku mempunyai tiga sahabat yang sangat berarti dalam hidupku. Tiga sahabat yang kuanggap lebih dari siapapun yang pernah kukenal.

Suatu hari, ketika dirundung masalah, aku pun mencoba mendatangi sahabat-sahabatku itu…

Sahabatku yang pertama dengan santainya menjawab: “Maaf, aku tidak bisa membantu….”

Aku pun berlalu… Mencoba menghampiri sahabatku yang kedua. Dia pun menjawab: “Baiklah, aku akan mengantarmu. Tetapi setelah itu selesaikanlah urusanmu sendiri!” Aku pun tercenung, ah… ternyata dia hanya bersedia mengantarku.

Kucoba harapan terakhirku, sahabatku yang ketiga. Belum selesai kuutarakan maksudku, dia sudah menjawab: “aku akan mengantarmu menyelesaikan urusanmu, dan akan menemanimu sampai kapan pun urusanmu selesai…” Subhanalloh…

Siapakah sahabat-sahabat itu? Sahabat pertama adalah teman dan relasi, kita mengenal mereka dan mereka mengenal kita. Tetapi bahkan mereka tidak bisa hadir mendoakan ketika ajal menjemput. Sahabat kedua adalah sanak-saudara, tetangga, dan sahabat karib kita. Merekalah yang (mungkin) akan hadir menemani saat seseorang dikuburkan. Tetapi setelah itu mereka pun pulang.

Dan terakhir, sahabat yang paling penting adalah amal. Dialah sahabat ketiga, sahabat terbaik yang akan menemani  hingga kapanpun, bahkan saat tiba hisab nanti.

[Sekedar ingin berbagi, sebuah hikmah ramadhan yang mengingatkan mengena buat saya. Kisah tentang tiga sahabat dalam hidup saya, dan hidup siapa saja. Tetapi ternyata, sahabat ketiga tidak akan ada tanpa sahabat pertama dan kedua]

Aku mempunyai tiga sahabat yang sangat berarti dalam hidupku. Tiga sahabat yang kuanggap lebih dari siapapun yang pernah kukenal. Suatu hari, ketika dirundung masalah, aku pun mencoba mendatangi sahabat-sahabatku itu…

Sahabatku yang pertama dengan santainya menjawab: “Maaf, aku tidak bisa membantu….”

Aku pun berlalu… Mencoba menghampiri sahabatku yang kedua. Dia pun menjawab: “Baiklah, aku akan mengantarmu. Tetapi setelah itu selesaikanlah urusanmu sendiri!” Aku pun tercenung, ah… ternyata dia hanya bersedia mengantarku.

Kucoba harapan terakhirku, sahabatku yang ketiga. Belum selesai kuutarakan maksudku, dia sudah menjawab: “aku akan mengantarmu menyelesaikan urusanmu, dan akan menemanimu sampai kapan pun urusanmu selesai…” Subhanalloh…

Siapakah sahabat-sahabat itu? Sahabat pertama adalah teman dan relasi, kita mengenal mereka dan mereka mengenal kita. Tetapi bahkan mereka tidak bisa hadir mendoakan ketika ajal menjemput. Sahabat kedua adalah sanak-saudara, tetangga, dan sahabat karib kita. Merekalah yang (mungkin) akan hadir menemani saat seseorang dikuburkan. Tetapi setelah itu mereka pun pulang.

Dan terakhir, sahabat yang paling penting adalah amal. Dialah sahabat ketiga, yang akan menemani kita hingga kapanpun, bahkan saat tiba hisab nanti.

4 thoughts on “Kisah Tiga Sahabat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s