Integrating ICT in Math with ESD

Three component in this posting : ICT, Math and ESD.

ESD (Education for Sustainable Development / Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan) merupakan pendidikan yang memenuhi kebutuhan generasi sekarang, tanpa mengabaikan hak generasi berikutnya.  Pendidikan ini meliputi banyak aspek : society, environment dan ekonomi.  Banyak topik/pembahasan dalam ESD, dan diantara itu adalah masalah climate change / perubahan iklim.

Di beberapa negara, ESD sudah diincludekan dalam kurikulum, baik yang berdiri sendiri sebagai bidang studi maupun yang terintegrasi dengan bidang studi lain.

So, how about math with ESD?

Ternyata cukup banyak isu dalam climate change yang dapat dikaitkan dengan matematika.  Tetapi ini memerlukan kekreatifan guru/pendidik untuk menyajikan tema tanpa meninggalkan konstruksi pembelajaran matematika.  Justru ini bisa menjadi semacam Problem Base Learning untuk siswa, atau mungkin Project Base Learning.

Berikut contoh mapping ESD terhadap kompetensi dasar matematika SD kelas IV semester I dengan problem MiGas.

mapin

And ICT?

Well, sekilas mungkin terkesan kontradiktif antara perkembangan ICT dengan isu-isu lingkungan. Pemborosan energi, sampah elektronik yang begitu cepat bertambah seiring melajunya perkembangan teknologi, dan lainnya. Tapi saya sangat setuju dengan pendapat Pak Suryo , bahwa hal itu kembali pada visi dalam penggunaan ICT dalam pendidikan itu sendiri.

Karena ICT dalam pendidikan bukanlah suatu visi, melainkan media. Jelas dan sudah banyak penelitian yang membahas manfaat penggunaan ICT dalam pembelajaran. Dalam ESD sendiri, ada situs menarik yang melakukan penghitungan jejak ekologi yang kita lakukan sehari-hari.

eco

So, don’t worry for using technology as media in math and ESD.  Bocah yang kita didik hari ini adalah manusia yang kemungkinan besar menjalani peradaban di depan. Kalau abad yang lalu Thomas A Edison menemukan bola lampu, siapa yang tahu kalo anak-anak yang Anda didik sekarang adalah penemu lampu berenergi matahari. Atau, pesawat berbahan bakar angin, recycle chip, dan lift air yang ramah lingkungan.

Question for me :

Sudahkah saya mencintai lingkungan?😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s