Remunerasi (sejumlah harapan?)

Remunerasi. Istilah yang akhir-akhir ini begitu populer di kantorku (ups, maaf… mungkin di kantor Anda istilah ini udah basi…). Sebenarnya apa sih?
Actually, what is remuneration?
Wikipedia : Remuneration is pay or salary, typically monetary payment for services rendered, as in an employment. Usage is considered formal.

Dari sosialisasi, kira-kira yg (berhasil) aku pahami remunerasi itu semacam penataan sistem penggajian berdasar beban kerja (jabatan) dan tanggung jawab.

Lah, emang selama ini gimana?
Selama ini (emang dah lama?halah!) gaji tidak pernah dikaitkan dengan prestasi dan kinerja, yang ada hanya dengan pangkat dan golongan (baca : masa kerja). Adanya remunerasi diharapkan (count:=1) dapat memacu semangat, kinerja dan meningkatkan profesionalisme…
Belum lagi perbandingan gaji yang sangat tidak ideal (ssst, konon kabarnya antara yang udah kerja 20 tahun dengan yg 2 tahun perbandingannya sekitar 3:1). Konon kabarnya pula (maaf, belum menemukan dasar teori yg shahih) hal ini pula lah yang menjadi penyebab utama korupsi di negeri ini, karena (hampir) setiap pegawai ingin menabung untuk masa tua nya (gue?)
Jadi, adanya remunerasi diharapkan (count:=2) bisa mengatasi (baca:mengurangi) korupsi di negeri ini…
Belum lagi, sistem remunerasi saat ini kurang transparan (dari sisi mana nih?) karena disamping gaji, masih menerima sejumlah honorarium dari pos non-gaji. Harapannya (count:=3) dg remunerasi agar tercipta transparansi dalam sistem penggajian dan mendorong pengintegrasian anggaran rutin dan pembangunan agar tersedia dana yang cukup bagi pembayaran gaji secara layak.

Wah, dari sekian harapan yang ada, harapan paling besar tentu saja remunerasi ini segera terwujud (ini ga usah di-count ya?)…

Tapi koq aku merasa ada yang janggal ya? Lha kalo semua di remunerasi, berarti anggaran pemerintah naik drastis donk?Lha itu dari mana? Apakah pemerintah kita kaya mendadak? Atau memang hal ini sebenarnya sesuatu yang wajar diterapkan dari dahulu?Atau pajak dinaikkan? Atau biaya hidup membengkak? Atau…. ga usah dipikirin? Yang penting remunerasi, thats enough?
Apapun itu, reaksi tak kan ada tanpa aksi… Harapan, bisakah terwujud sebelum kewajiban??? Semangat!!! Dan tetap semangat! Seperti ketika aku belum mendengar istilah remunerasi…. Apalagi ketika sudah🙂

(jd teringat hutangku ke interactive e-learning, hehe)

One thought on “Remunerasi (sejumlah harapan?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s