Iseng2 pencet *887#
Muncul :
“Last outgoing sms was charged Rp 120″
Lho, terakhir kan dipakai untuk sms ke sesama simpati…
Coba lagi ah sms ke simpati
Cek lagi
Dan memang benar, tarif nya naik Rp 20 /sms.
Cuma Rp 20, koq ribut banget sih?
Bukannya apa-apa…
Apakah ada yang meningkat dengan teknologi sms ?
Tidak ada penambahan fitur apapun kan? (sms warna? itu kan ada tarifnya sendiri)
Operator juga tidak harus mengeluarkan anggaran ekstra untuk fitur sms, toh infrastruktur sms sudah terinclude di infrastruktur voice dial … (hmm, klo menaikkan kapasitas pengiriman per detik kan cuma pas lebaran aja).
Dengan angka pengguna yang sering dipake untuk iklan adalah 18 juta orang :
Asumsikan setiap orang mengirim 5 sms /hari (this may so rude, tapi misal anda punya 5 kenalan dan masing-masing mengirim anda 1 sms, maka anda harus membalas dengan 5 sms. Jelas ini asumsi yang sangat minim
)
Berarti terjadi penambahan income:
Rp 20 x 18juta x 5 = Rp 1,8 M per HARI
O o o, angka yang kecil untuk perusahaan sekelas telkomsel!

Tapi kalo memang ini tarif permanen, perlu dipertimbangkan nih
di saat tarif telekomunikasi sedang digembar gemborkan turun, koq ini malah naik
Apa ga malu sama luna maya ato si Amir yang jual layangan?
(NB: masukin kategori math, tekno atau woro2 ya? tp kesehatan ok juga nih, kesehatan layanan konsumen, hehehe
)
Setelah melalui perjalanan panjang nan berliku, akhirnya blog ini menemukan kembali theme nya yang hilang…


