fiLL

Entries categorized as ‘math’

Training: Lesson Study

October 15, 2009 · Leave a Comment

Training ini diadakan di LPMP DIY 4-17 Oktober 2009 (hehe, sebenarnya saya juga baru bergabung tgl 6, karena beberapa alasan teknis :D ). Alhamdulillah, di training ini bertemu dg banyak “partner” dari berbagai bidang, sharing dan berdiskusi. This training conducted by JICA in collaboration with UNY and Dinas Pendidikan Kab. Bantul.

DSC03920

Well, banyak hal-hal penting yang terklarifikasikan setelah ikut training ini (khususnya buat saya).   Dan satu hal yang membuat “terharu”, ternyata pembelajaran matematika di Indonesia ga semuanya kalah koq dengan di Jepang… Hoho, ini Mr. Jepang yang mengakui lho….   Salut buat kerja keras bapak ibu guru (lanjutkan! lebih cepat lebih baik :) ).

Oh ya, ini ada oleh-oleh file .pdf tentang Lesson Study. Sapa tau bermanfaat… Monggo :D

Panduan LSBS dan MGMP

Peningkatan PBM

Categories: math

Just For Laugh: Geometry

October 5, 2009 · Leave a Comment

Hehe, lagi usil nih… But please, try to answer this question, its all about geometry, and no hard thinking… Ok? ;)

  1. What kind of tree does a math teacher climb?
  2. What do you have to know to get top grades in geometry?
  3. Why was the obtuse angle upset?
  4. Who invented the Round Table?
  5. What do you get when you cross geometry with McD?
  6. What do your eyes do when you see a tough geometry problem?
  7. What did the complementary angle say to the isosceles triangle?
  8. Where did Christopher Complementary begin his journey?
  9. How do you catch a Geomotrysaurus Rex?
  10. What did the circle say to the tangent line?
  11. Which triangles are the coldest?
  12. What’s the best dessert in the Math Teacher’s Café?
  13. How many calories are there in that slice of chocolate pi?
  14. What shape is usually waiting for you at canteen in lunch time?

Waks, kenapa harus in english ya? Ga apa-apa kan, sekalian latihan bermatematika dalam bahasa Inggris :D . Secara ini juga disadur dari http://www.onlinemathlearning.com . Untuk bantuan translate, bisa buka kamus online dari internet. Tapi mohon hati-hati, karena beberapa istilah di matematika sering beda makna ketika diterjemahkan secara bebas.

Here is the answer.

Categories: math

Integrating ICT in Math with ESD

June 21, 2009 · Leave a Comment

Three component in this posting : ICT, Math and ESD.

ESD (Education for Sustainable Development / Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan) merupakan pendidikan yang memenuhi kebutuhan generasi sekarang, tanpa mengabaikan hak generasi berikutnya.  Pendidikan ini meliputi banyak aspek : society, environment dan ekonomi.  Banyak topik/pembahasan dalam ESD, dan diantara itu adalah masalah climate change / perubahan iklim.

Di beberapa negara, ESD sudah diincludekan dalam kurikulum, baik yang berdiri sendiri sebagai bidang studi maupun yang terintegrasi dengan bidang studi lain.

So, how about math with ESD?

Ternyata cukup banyak isu dalam climate change yang dapat dikaitkan dengan matematika.  Tetapi ini memerlukan kekreatifan guru/pendidik untuk menyajikan tema tanpa meninggalkan konstruksi pembelajaran matematika.  Justru ini bisa menjadi semacam Problem Base Learning untuk siswa, atau mungkin Project Base Learning.

Berikut contoh mapping ESD terhadap kompetensi dasar matematika SD kelas IV semester I dengan problem MiGas.

mapin

And ICT?

Well, sekilas mungkin terkesan kontradiktif antara perkembangan ICT dengan isu-isu lingkungan. Pemborosan energi, sampah elektronik yang begitu cepat bertambah seiring melajunya perkembangan teknologi, dan lainnya. Tapi saya sangat setuju dengan pendapat Pak Suryo , bahwa hal itu kembali pada visi dalam penggunaan ICT dalam pendidikan itu sendiri.

Karena ICT dalam pendidikan bukanlah suatu visi, melainkan media. Jelas dan sudah banyak penelitian yang membahas manfaat penggunaan ICT dalam pembelajaran. Dalam ESD sendiri, ada situs menarik yang melakukan penghitungan jejak ekologi yang kita lakukan sehari-hari.

eco

So, don’t worry for using technology as media in math and ESD.  Bocah yang kita didik hari ini adalah manusia yang kemungkinan besar menjalani peradaban di depan. Kalau abad yang lalu Thomas A Edison menemukan bola lampu, siapa yang tahu kalo anak-anak yang Anda didik sekarang adalah penemu lampu berenergi matahari. Atau, pesawat berbahan bakar angin, recycle chip, dan lift air yang ramah lingkungan.

Question for me :

Sudahkah saya mencintai lingkungan? ;)

Categories: Techno · math
Tagged:

My 3G

March 5, 2009 · 2 Comments

Hehehe, 3G di sini bukan tentang  mobile facility, tetapi ini adalah singkatan GAME GANJIL GENAP yg hari Kamis 5Mar09 saya ujicobakan ke siswa SD Keputran X.

Hmm, idenya sih dari game apel prima (my very first game :)   ), tetapi saya mengubahnya supaya bisa dimainkan 2 player, dan obyek random datang dari arah horisontal.

ganjaclass

tulisnama

ganja

Dan ternyata momentnya pas, siswa-siswa masih kelas 2 SD, dan belum familiar dengan istilah ganjil genap. Jadi deh fun blended learning :)

Menariknya, ternyata ada bocah yang sudah dapat memikirkan strategi  memenangkan game ini, yakni ketika dia melihat nilainya jauh di atas lawan, dia sudah tidak memikirkan mencari keping, tapi justru bergerak maju menjemput bola matahari supaya game berakhir dengan kemenangan menjadi miliknya. Untuk ukuran kelas 2 SD, menurut saya ini luar biasa.  Wah, anak yang SunTzu banget :p

Hmm, ini baru percobaan pertama, masih perlu dikembangkan sana – sini, terutama angka yang terkadang sulit terbaca (saya belum menemukan kenapa, tetapi dugaan awal adalah krn movie clip saya kecilkan hingga 30%. Let see… )

Categories: Techno · i am doing · math
Tagged:

Penyelesaian dengan Trial-Error

February 27, 2009 · Leave a Comment

Terkadang beberapa soal matematika  tidak dapat secara langsung diselesaikan dg rumus yang ada, sehingga alternatif  penyelesaian adalah dengan mencoba segala kemungkinan yang ada, tentunya dengan tetap memperhatikan konsep. Dua soal berikut saya sampaikan ke siswa SMP bimbingan olimpiade, sbg contoh penyelesaian trial-error.

1. Tentukan bilangan bulat terbesar yang terdiri dari angka-angka 1, 1, 2, 2, 3, 3, 4, 4 yang memenuhi :

- kedua bilangan 1 terpisah oleh satu angka lainnya;

- kedua bilangan 2 terpisah oleh dua angka lainnya;

- kedua bilangan 3 terpisah oleh tiga angka lainnya;

- kedua bilangan 4 terpisah oleh empat angka lainnya

2. Tentukan berapa jumlah pasangan bilangan asli (x,y,z) yang memenuhi :

5x +3 y + z = 50

Hmm, untuk bonus, sebenarnya konsep trial dan error ini juga pas digunakan untuk menentukan jalan keluar dari labirin.

labir

Categories: math
Tagged:

Olimpiade Matematika

February 14, 2009 · 3 Comments

Alhamdulillah, ternyata kemanapun saya melangkah matematika tetap tidak terlepaskan. Jadi teringat, di bandung pun dipaksa (tanpa ancaman koq) oleh mahasiswa D4 untuk tutorial kalkulus….. Hayoo, kalau kalian membaca blog ini mengakulah!
Eits, kembali ke judul semula. Ini adalah sedikit pengalaman saya menjadi pendamping tim ekstrakurikuler olimpiade matematika SMP dan SMA. Ok, pengalaman di SMA aja dulu ya….

Karena saya benar-benar blank dan tidak ada informasi akurat tentang kematangan siswa, jadi saya siapkan soal yang benar-benar random tingkat kesulitannya. Di samping itu, sesuai pesanan pihak sekolah, saya menyiapkan bahan sesuai kelompok materi. Yakni untuk SMA adalah :
aljabar, trigonometri, geometri, statistik, peluang, dan kalkulus.

Well, pertemuan pertama adalah aljabar. Saya menyiapkan 5 soal, beberapa diantaranya adalah soal International Mathematic Olympiade.
Soal pertama, percobaan. Siswa meminta membuktikan apakah fungsi berikut merupakan fungsi genap.

soal1
(Ssssst, sebenarnya versi asli soal adalah pilihan ganda. Tapi saya pikir hal ini akan lebih menyulitkan siswa, karena mereka harus memeriksa setiap pilihan apakah fungsi ini ganjil, genap, ganjil genap, atau tidak sama sekali. Dan pilihan-pilihan itu adalah hal yang sangat mungkin di matematika).
Pada bagian ini saya tekankan pada siswa beberapa hal, yakni :
1. Kuasai definisi
Segala hal di matematika berangkat dari definisi, karena sesungguhnya matematika berawal dari konvensi (tentu saja bukan ini bahasa yg saya pilih untuk siswa).
2. Berpeganglah pada apa yang akan dibuktikan.
Hal ini terlihat jelas ketika beberapa siswa justru sibuk menyamakan penyebut (harap maklum, mungkin ini refleks yg biasa terjadi jika bertemu pecahan :D ), yang sebenarnya semakin menjauhkan dari apa yang akan dibuktikan.
3. Ide!
Kata yang sangat singkat tapi berat…. Untuk ini memang perlu rajin berlatih.

Nah nah nah, selanjutnya saya mencoba menurunkan tingkat kesulitan soal. Soal pembuktian sederhana, yakni membuktikan :

soal2

Saya sengaja menggundulkan syaratnya, berharap ada siswa yang jeli bahwa pertidaksamaan itu tidak sah untuk x tertentu. Semenit, dua menit, tiga menit…. lho koq tidak ada yang protes? Walaaah, anak2 terlalu bersemangat sampai2 tidak membaca soal dengan seksama… (apa tutornya yang keisengan ya?hihihi…)
Yowis, ga masalah. The show must go on! Dengan syarat yang sudah ditambahkan, sangat mudah mengerjakan soal tadi.

Tapi….. Hmm, sepertinya anak2 harus lebih rajin belajar kalimat pembuktian. Karena bagaimanapun benarnya perhitungan, pembuktian akan menjadi kacau jika alurnya tidak teratur. Bismillah, ini catatan buatku. Hmm, pertemuan selanjutnya bagaimana ya? Sepertinya saya harus mengubah strategi nih, seperti apa dan bagaimana ya? Tunggu report selanjutnya ya (hehehe, ga maksa koq!)

(wah, apa harus membuat new categorie ya di blog ini?)

Categories: math
Tagged:

Math Emoticon

January 23, 2009 · 1 Comment

Actually I want to post this article in my math blog , but this time I’ll  take the math here, just for fun :D .  Don’t know what to say, it is very funny and very mathematic…

happyfacemath

Can you catch the meaning for every pic? Hahaha, let’s math!

Courtesy to http://www.zoology.ubc.ca/~bio301/Pictures/HappyFaceMath.gif

Categories: math