fiLL

Entries categorized as ‘islam’

A Book : Beramal Shalih Selezat Coklat

February 8, 2009 · 2 Comments

dsc00764

Title : “Beramal Shalih Selezat Cokelat , Bagaimana Bisa Menikmati Amal Shalih Tanpa Jenuh, Lemah, Capek dan Loyo”

Writer : Sami bin Muhammad

ISBN : 9789791867429

Price : Rp 21000 (on Super Book Fair, Feb’09)

I found this book when I visited Super Book Fair last week. Actally, I’ve bought many books before, but cause of the title, I decided to buy (again) :D   .

“Doing Deeds of Righteousness as Delicious as Chocolate”

From this book, I’ve got many recipe how to make charity become something delicious… I mark a sentence from p75 :

“……. Apabila engkau tidak mendapatkan kenikmatan dan kelapangan di dalam hati karena amal shalih, maka curigailah hatimu…..”

Rabb, let me try… Let me get it… Amiin

Categories: islam
Tagged:

Doa yang Dikabulkan (ditulis ketika hujan)

November 20, 2008 · 4 Comments

hujanSore ini hujan lagi. Lagi? Ya, hampir setiap sore Jogja ku hujan deras, malahan dua hari yang lalu disertai angin kencang di sekitar daerah UGM. Antara khawatir, was-was dan sebel tiap sore kehujanan, ingin deh nulis sesuatu yang menyenangkan tentang hujan…

Dari muslim.or.id dapet deh artikel yang menyejukkan hati tentang hujan…

Ibnu Qudamah dalam Al Mughni, 4/342 mengatakan, “Dianjurkan untuk berdo’a ketika turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ

“Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan: [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun.” (Dikeluarkan oleh Imam Syafi’i dalam Al Umm dan Al Baihaqi dalam Al Ma’rifah dari Makhul secara mursal. Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani, lihat hadits no. 1026 pada Shohihul Jami’)

Begitu juga terdapat hadits dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثِنْتَانِ لا تُرَدَّانِ، أَوْ قَالَ: مَا تُرَدَّانِ، الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ، وَعِنْدَ الْبَأْسِ، حِينَ يَلْتَحِمَ بَعْضُهُ بَعْضًا وَفِي رِوَايَة : ” وَتَحْتَ المَطَر “

“Dua orang yang tidak ditolak do’anya adalah: [1] ketika adzan dan [2] ketika rapatnya barisan pada saat perang.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Dan ketika hujan turun.” (HR. Abu Daud dan Ad Darimi, namun Ad Darimi tidak menyebut, “Dan ketika hujan turun.” Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani. Lihat Misykatul Mashobih)

 

Iya ya,sejenak tersadar, bukankah hujan pun turun dengan perintahNya melalui malaikat Mikail ? Jadi ga bener donk kalo aku grundel-grundel gara-gara hujan…. Dalam setiap tetes air, ada kebesaranNya yang sering kita (aku) abaikan, astaghfirullah… Dan betapa air itu mengalir begitu indah, membasahi tanah, dan menjadi sumber kehidupan… yang semoga mengingatkanku dan menambah kesyukuranku.

Ya Alloh, turunkanlah hujan yang bermanfaat…

Categories: islam

Pot Neti dan Berwudhu

December 3, 2007 · 2 Comments

Sabtu 1 Desember 2007, kurang lebih pukul 10.30 WIB secara tak sengaja saya
menyaksikan acara di Metro TV, Oprah Winfrey Show. Tema saat itu adalah kesehatan,
dengan menghadirkan Dr. Oz, seorang dokter yang cukup terkenal di Amerika. Berbagai masalah kesehatan dibahas pada acara ini. Yang menarik perhatian saya adalah pada sesi terakhir ketika Dr. Oz memeperkenalkan sebuah barang yang
kemudian disebut Pot Neti.

neti.jpg
Bentuknya unik, kira-kira seperti teko mini yang sering untuk menghidangkan teh di zaman dahulu.
Namun dengan ukuran yang lebih pepat dan mulut teko yang panjang dan mengecil.
Sang dokter memperkenalkan bahwa Pot Neti ini digunakan untuk mencegah penyakit sinusitas.
Sebenarnya seperti apa penyakit sinusitas itu?
Di bagian kepala manusia, terdapat rongga sinus yang letaknya di sekitar kedua tulang pipi
dan di atas mata. Rongga ini berisi semacam cairan, yang di bagian dalamnya terdapat semacam
bulu halus yang selalu bergerak ketika cairan itu bergerak. ROngga ini terhubung langsung
dengan rongga hidung kita. Ketika ada zat asing yang masuk melalui hidung dan menumpuk di rongga
sinus, maka tubuh akan mengeluarkan reaksi alergi seperti flu, pilek atau radang.
Ciri-ciri adanya ketidakberesan pada sinus kita adalah rasa sakit apabila daerah di sekitar tulang pipi
dan di atas mata ditekan.
Lalu apa hubungannya dengan Pot Neti?
Pot ini digunakan untuk mencuci hidung dengan cara mengisi pot dengan air hangat yang telah dicampur garam,
kemudian dihirup melalui hidung. Dengan cara ini maka kelenjar sinus akan terbersihkan dari zat asing.
Dan tujuan menggunakan air hangat+garam agar tubuh kita tidak shock dan terasa seperti tenggelam.

Subhanallah, sejenak saya terhening. Saya kemudian teringat tentang tata cara wudhu yang diajarkan Rasulullah SAW.
Sesuai hadis

Dari Abdullah bin Zaid al-Anshori, ketika diminta mencontohkan cara wudhu’ Rasulullooh saw hingga ia berkata: “Lalu ia (Rosulullooh saw.) berkumur-kumur dan menghirup air kehidung dari satu telapak tangan, ia lakukan yang demikian tiga kali (HSR. Bukhary dan Muslim)

Dan Rasulullah mengajarkan itu adalah dari Alloh SWT. Dia adalah Muhammad, seorang yang bahkan tidak dapat membaca.
Seorang yang hidup di abad ke-5 Masehi. Well, terpikir oleh saya Rosul mengajarkan untuk menghirup air melalui rongga hidung ketika berwudhu.
Tidak perlu dengan air hangat+garam, karena kita melakukannya paling tidak 5x sehari, dan itu membentuk kekebalan kita.
Ah, kalau tahu manfaatnya sebesar ini saya jadi ingin memperbaiki dan lebih bersungguh-sungguh dalam berwudhu.

Maha Suci Engkau Ya Alloh…., Dzat yang Menguasai Segala Ilmu

Categories: islam · kesehatan

Sukses Suku Quraisyi

November 11, 2007 · Leave a Comment

Surat Al- Quraisyi merupakan surat ke 106 dalam kitab suci Al-Quran yang terdiri dari 4 ayat. Tulisan ini saya ambil dari Tafsir Al Quran Kontemporer milik Aam Amiruddin, yang mencuplik Al-Quran dan Tafsirnya Jilid X hal 182 Tim Tafsir UII. Ternyata surat yang begitu singkat ini mengandung pedoman hidup yang padat.

Berikut terjemahan surat Al-Quraisyi, untuk lafadznya Anda dapat mencari sendiri di Al-Quran (mudah-mudahan menjadi motivasi untuk saya dan Anda untuk membacanya).

Dengan nama Alloh yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

1. Karena kebiasaan orang-orang Quraisyi
2. (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas
3. maka hendaklah mereka menyembah Tuhan pemilik rumah (ka’bah) ini
4. yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan

Secara garis besar, dapat diperhatikan bahwa syarat-syarat membangun kesuksesan ekonomi yang kokoh menurut ayat-ayat ini adalah :
a. Kesuksesan dapat diraih dengan latihan yang kontinyu, pembiasaan positif dan terus menerus, cause experience is the best teacher! Hal ini dapat dilihat dari kata li ilaa ( karena kebiasaan). Well, kita tahu untuk poin ini sebenarnya berlaku di seluruh bidang kehidupan, ya to?
b. Kesuksesan bias diraih dengan membangun citra positif sehingga memperoleh kepercayaan dari orang lain. Maksud ini diambil dari kata Quraisyi , yang merupakan nama salah satu suku yang memiliki citra positif sebagai pengurus baitullah dan kota Mekkah sehingga disegani suku-suku lain.
c. Selanjutnya adalah : NETWORKING (jaringan). Tentu saja, sehebat apapun potensi diri kita apabila tidak dapat mempromosikannya akan menjadi tidak ada berarti. Dalam dunia bisnis modern, masalah networking menjadi urat nadi kesuksesan. Maksud ini diambil dari kata rihlah (bepergian). Orang-orang Quraisyi memiliki kebiasaan untuk melakukan perjalanan bisnis ke selatan (Yaman) pada musim dingin dan ke utara (Syam) pada musim panas. Ini menjadi salah satu faktor mengapa suku Quraisyi begitu dikenal di Semenanjung Arab.
d. Faktor selanjutnya adalah timing . Pengambilan keputusan sehebat apapun kalau tidak memperhatikan situasi dan kondisi bisa-bisa malah jadi boomerang. Perhatikan kata assyitaai wa shaiif ( musim dingin dan musim panas ) . Bukankah memperhatikan musim merupakan simbol dari memperhatikan situasi dan kondisi ?
e. Setelah keempat hal di atas, yang terpenting adalah kesuksesan harus melahirkan jiwa syukur. “Saya bangga mengenal seorang mukmin, apabila ditimpa musibah dia bersabar dan apabila meraih sukses dia bersyukur ……“ Kiranya hal ini yang dimaksud pada ayat 3 dan 4 : maka hendaklah mereka menyembah Tuhan pemilik rumah (ka’bah) ini, yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan

Mungkin itu saja, yang penting bagaimana mengamalkannya mbak?

Categories: islam