“Pergilah ke sekolah. Aku guru di sana. Akan kuajari kau rahasia-rahasia yang ingin kau tahu. Semua rahasia. Pergilah ke sekolah…”
Cuplikan singkat kisah seorang pengajar muda yang ada di buku ini. Ada lebih dari 50 kisah di buku ini. Kisah pemuda-pemudi yang berangkat meninggalkan hingar bingarnya kota, terjun ke pelosok-pelosok negeri untuk mewujudkan Gerakan Indonesia Mengajar . Segudang cerita ada di buku ini. Ada kisah tentang belut yang telah mencuri hati (hal 28); ada juga kisah tentang si Syahrul, anak nakal yang ternyata sangat cakap memimpin kelasnya (hal 61), atau justru cerita tentang pengajar-pengajar muda itu sendiri: misal ketika menghadiri pertemuan KKG (hal 152) atau ketika menghadapi kelasnya.
Setelah membaca buku ini, satu hal yang saya rasakan. Iri. Yaaah, saya iri. Ingin rasanya ikut bergabung bersama mereka. Ketika saya gugling dan buka wesitenya, http://indonesiamengajar.org/ hix… ternyata untuk menjadi pengajar muda maksimal usia adalah 25 tahun… (lho, jadi usia saya udah ga masuk kategori muda to?
ga nyadar ). Ya sudahlah, tidak apa-apa. The good news is buku ini menambah semangat untuk profesi saya saat ini. Saya tau saya tidak bersentuhan langsung dengan anak-anak di ujung negeri sana. Saya juga manusia yang kadang merasa lelah dan jengah atas semua ketidaklogisan yang terjadi. Bahasa singkatnya, CAPE DEh! Tetapi….
Berhenti mengecam kegelapan. Nyalakan lilin.
Ini negeri besar dan akan lebih besar. Sekedar mengeluh dan mengecam kegelapan tidak akan mengubah apapun. Nyalakan lilin, lakukan sesuatu.
Anyway, thanks untuk Gerakan Indonesia Mengajar. Sssst, ternyata ga harus jadi pengajar muda lho. Kita juga bisa bergabung jadi PENYALA atau jadi MITRA. Silahkan simak di situsnya ya
.

iya….waktu dulu baca di KOMPAS, lalu buka webnya…langsung lemes lihat batas usianya…
Tapi kita bisa berbuat yang lain kan?
Salam.
Mariiii, nyalakan lilin
(hug) (hug)
masih banyak selain program itu
- ngajar anak2 para TKI/TKW di wilayah perbatasan dengan malaysia. infonya googling aja
- jadi WI kan bisa ke daerah2 pedalaman juga, lihat realita kondisi pendidikan disana
siiip mbak, apapun yang penting kita lakukan dengan sebaik mungkin… soale profesi kita memang unik sih, hehe ^^