Pengembangan e-learning memerlukan standarisasi dalam disain dan penerapannya. Oleh karena itu beberapa lembaga besar di luar negeri, seperti Advanced Distributed Learning Network (ADLNet), the Aviation Industry CBT Committee (AICC), the Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), the Instructional Management System Global Learning Consortium (IMS), dan ARIADNE telah menghasilkan suatu standar yang dinamakan Sharable Content Object Reference Model (SCORM). Standar ini dirancang untuk memungkinkan interoperability dari konten e-learning, terutama yang berupa tutorial, sehingga konten tersebut dapat digunakan dalam lingkungan dan sistem yang berbeda-beda. Robert Godwin –Jones* menyatakan bahwa SCORM is a standard for the packaging and deployment of Web-based “learning objects”, defined by Bob Banks as “a relatively small, reusable resource, through which a coherent, identifiable
piece of learning can be achieved.”
Standar SCORM dibangun oleh Advanced Distributed Learning Network (ADLNet) dengan komponen-komponen yang diperoleh dari berbagai kontributor. SCORM terdiri dari tiga elemen penting, yakni :
- SCORM mengimplementasikan “Learning Object Meta-data” (LOM) yang didasarkan pada spesifikasi milik IMS dan ARIADNE. Pada Juli 2003 LOM diterima sebagai standar IEEE dan menerangkan mengenai konten (judul, deskripsi, keyword), pemilik, harga, technical requirement, dan tujuan educational suatu konten.
- Proses pemaketan dan transmisi konten learning pada SCORM yang dirancang oleh IMS.
- Setiap konten SCORM harus memuat suatu file dalam XML yang mendaftar semua file resource yang digunakan dan relasi / struktur antara file-file tersebut. Resource pada SCORM disebut SCO (Sharable Content Object) yang biasanya disimpan sebagai file bertipe zip. File zip ini dapat disimpan dengan mudah, dishare, atau diimpor ke software SCORM yang kompatibel, biasa berupa Learning Management System (LMS). Elemen ketiga dari SCORM adalah mekanisme komunikasi antara SCO dan LMS. The Application Program Interface (API) yang memungkinkan interaksi antara SCO dan LMS dibangun oleh Aircraft Industry Computer Committee (AICC). API SCORM mengimplementasikan penggunaan Javascript untuk mengkomunikasikan antara SCO dan LMS. Agar komunikasi tersebut dapat dijalankan, LMS harus memiliki suatu ”API Adapter” yang dapat menerima informasi Javascript yang dikirim SCO dan mengirim balik informasi tersebut.
Suatu LMS dapat menyediakan informasi untuk SCO seperti nama user, ID perkuliahan, atau sejauh mana kemajuan user dalam suatu mata pelajaran di sesi sebelumnya. Sebaliknya SCO dapat mengirim ke LMS informasi mengenai user dalam setiap perkuliahan, seperti nilai ujian dan tingkat pencapaian. Informasi ini dikirim dan disimpan di electronic gradebook pada LMS. Kebanyakan LMS saat ini mendukung SCORM, tidak hanya vendor-vendor, tetapi juga produk-produk seperti Angel, CybEO dan WebMentor. Selain itu terdapat pula LMS open-sorce seperti Moodle atau Dokeos. SCORM terintegrasi ke LMS dapat dengan berbagai cara, bergantung pada user interface.
SCO dapat memuat berbagai konten multimedia seperti teks, grafik, animasi, audio atau video yang disajikan dengan terstruktur. Konten SCORM didesain untuk dapat digunakan sebagai instruksi yang dapat dipahami secara mandiri, berdasar tingkat pemahaman konten yang telah ditetapkan. Konten SCORM dapat dirancang menggunakan tool-tool yang ada dengan menambahkan kode-kode Javascript dan file XML. Contoh tool perancangan yang kompatible dengan SCORM adalah Reload Editor, yang terdiri dari editor dan SCORM player. Tool ini merupakan freeware, dan dapat digunakan untuk Windows, Macintosh dan Linux
