fiLL

Integrating ICT in Math with ESD

June 21, 2009 · Leave a Comment

Three component in this posting : ICT, Math and ESD.

ESD (Education for Sustainable Development / Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan) merupakan pendidikan yang memenuhi kebutuhan generasi sekarang, tanpa mengabaikan hak generasi berikutnya.  Pendidikan ini meliputi banyak aspek : society, environment dan ekonomi.  Banyak topik/pembahasan dalam ESD, dan diantara itu adalah masalah climate change / perubahan iklim.

Di beberapa negara, ESD sudah diincludekan dalam kurikulum, baik yang berdiri sendiri sebagai bidang studi maupun yang terintegrasi dengan bidang studi lain.

So, how about math with ESD?

Ternyata cukup banyak isu dalam climate change yang dapat dikaitkan dengan matematika.  Tetapi ini memerlukan kekreatifan guru/pendidik untuk menyajikan tema tanpa meninggalkan konstruksi pembelajaran matematika.  Justru ini bisa menjadi semacam Problem Base Learning untuk siswa, atau mungkin Project Base Learning.

Berikut contoh mapping ESD terhadap kompetensi dasar matematika SD kelas IV semester I dengan problem MiGas.

mapin

And ICT?

Well, sekilas mungkin terkesan kontradiktif antara perkembangan ICT dengan isu-isu lingkungan. Pemborosan energi, sampah elektronik yang begitu cepat bertambah seiring melajunya perkembangan teknologi, dan lainnya. Tapi saya sangat setuju dengan pendapat Pak Suryo , bahwa hal itu kembali pada visi dalam penggunaan ICT dalam pendidikan itu sendiri.

Karena ICT dalam pendidikan bukanlah suatu visi, melainkan media. Jelas dan sudah banyak penelitian yang membahas manfaat penggunaan ICT dalam pembelajaran. Dalam ESD sendiri, ada situs menarik yang melakukan penghitungan jejak ekologi yang kita lakukan sehari-hari.

eco

So, don’t worry for using technology as media in math and ESD.  Bocah yang kita didik hari ini adalah manusia yang kemungkinan besar menjalani peradaban di depan. Kalau abad yang lalu Thomas A Edison menemukan bola lampu, siapa yang tahu kalo anak-anak yang Anda didik sekarang adalah penemu lampu berenergi matahari. Atau, pesawat berbahan bakar angin, recycle chip, dan lift air yang ramah lingkungan.

Question for me :

Sudahkah saya mencintai lingkungan? ;)

→ Leave a CommentCategories: Techno · math
Tagged:

Kaliandra

June 17, 2009 · Leave a Comment

Ternyata ribet juga ngurus banyak blog (banyak? :p ).

Kaliandra

Tempat yang sebelumnya dengar juga ga pernah (pancen katrok, hehe). Tapi alhamdulillah sudah dihadirkan di sana.

Datang, dan menikmati minuman Semar Kuning…

semarkuning

Suegerrrr, dari kunyit, gula batu dan segarnya air gunung Arjuno.

Environment and Culture, that is Kaliandra.

penginapan sayang, ga nginep :D

rm

kompor pembuatan kripik buah

(lumayan banyak yg bisa dimatematikakan :p )

jlnjln2naik.. naik.. ke puncak gunung.. capek capek sekali :D

suket

wayang suket (grass puppet)

kelinciclose-up exclusive

alang

Sanggar Alang-Alang

(thanks dear, you make me more thankful to God)

P-Wec, Pro-Fauna and Ecoton… (sorry for no picture :D )

Sehari yang mantap, sebelum kembali ke asrama dan homesick ku kumat :(

→ Leave a CommentCategories: i am doing

LOWONGAN TENAGA KONTRAK SEAMEO CENTRE FOR QITEP IN MATHEMATICS

May 11, 2009 · 1 Comment

*mohon perhatikan tanggal informasi*

Kualifikasi:
S1 Matematika/
S1 Bahasa Inggris/
S1 Managemen/
S1 Hubungan International
SMU/SMA/SMEA/SMK

Persyaratan Umum:
1. Pendidikan terakhir S1 dari Perguruan Tinggi Terakreditasi
2. IPK minimal 2.75 dari skala 4
3. Usia maksimal 30 tahun (kelahiran tahun 1979) untuk S1 dan 27 tahun (kelahiran tahun 1981) untuk SMU/SMA/SMEA/SMK
4. Mampu mengoperasikan komputer
5. Mampu berbahasa Inggris secara aktif baik lisan dan tulisan untuk S1
6. Mampu berbahasa Inggris secara pasif untuk SMU/SMA/SMEA/SMK

Berkas Lamaran:
1. Surat lamaran dan Daftar Riwayat Hidup
2. Foto Berwarna 3×4 (3 lembar)
3. Photocopy Ijazah dan transkrip lengkap nilai akademik yang keduanya telah dilegalisir asli oleh pejabat yang berwenang (S1)
4. Photocopy Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) telah dilegalisir asli oleh pejabat yang berwenang (SMU/SMA/SMEA/SMK)
5. Photocopy Ijazah Kursus Bahasa Inggris/TOEFL dengan score minimal 400 (S1)
(Berkas lamaran yang tidak lengkap tidak akan diproses).
6. Lamaran via pos/dikirim langsung, paling lambat 13 Mei 2009 cap pos

Lamaran ditujukan:
Panitia Seleksi Tenaga Kontrak SEAMEO CENTRE FOR QITEP IN MATHEMATICS
di PPPPTK Matematika Yogyakarta
Jl. Kaliurang Km.6, Sambisari, Condong Catur, Depok, Sleman

Test terdiri dari (S1):
1. Bahasa Inggris
2. Komputer
3. Test Kemampuan Umum
4. Test Kepribadian, Wawancara
5. Pemeriksaan Kesehatan dan test lainnya sesuai kebutuhan

→ 1 CommentCategories: woro-woro

Kisah tentang UNAS

April 22, 2009 · Leave a Comment

Well, tulisan ini sudah dimuat di Kompasiana dan saya ingin memuatnya juga di blog saya (hehehe, tentunya dengan bahasa sebelum melewati pihak editorial kompas :D ).  Semoga dengan lebih banyak blogger yang membaca, lebih banyak juga masukan dan saran ttg kenyataan ini.

Teleponku berdering di selasa sore di hari kartini (21 April 2009), hari kedua UNAS SMA/SMK. Beliau seorang guru, seorang wanita, yang seharusnya sedang menikmati jerih payah Kartini, menghabiskan gelap dan menerbitkan terang. Namun apa yang terjadi sungguh suatu ironi.

UNAS : ujian nasional. Dulu disebut Ebtanas. Dilema itu muncul ketika nilai UNAS dijadikan standar kelulusan, dengan nilai rata-rata minimal 5,5 dan setiap mata pelajaran harus bernilai di atas 4,0. Secara target, angka-angka itu mungkin memang indah, apalagi ketika diharapkan setiap tahun angka-angka itu dapat terus ditingkatkan. Tentunya jika itu angka yang benar-benar memproyeksikan kualitas belajar siswa.

But who knows bagaimana sistem merespon hal ini? Ini adalah penuturan seorang sahabat saya itu di suatu kota di pulau Sumatera. Betapa Tim Sukses itu benar-benar ada. Betapa dia sangat bersyukur tidak dijadikan pengawas UNAS di sekolahnya sendiri. Merupakan suatu resiko besar ketika terpilih menjadi pengawas namun tidak ‘membantu’ Tim Sukses menjalankan kewajibannya (tebak sendiri ya?!) Intinya, pengawas harus mengijinkan siswa tetap menggunakan hp (walaupun secara peraturan jelas dilarang). Why? Karena dengan alat bernama hp inilah Tim Sukses (yang terdiri dari guru-guru mereka sendiri) mengirim jawaban! Ckckck…

Bagi sahabatku, hal itu bukanlah masalah terbesar. Masalah terbesar justru ada di mental dan moral siswa. Mereka masih sangat hijau, namun mereka sudah diajarkan bagaimana melakukan kolusi yang dilegalkan. Siswa, mungkin dari kakak kelas mereka dahulu, sudah mengetahui bahwa mereka pasti akan ‘dibantu’ oleh sebuah sms keramat. Entahlah, tapi sahabatku bercerita seolah-olah siswa kehilangan kepercayaan diri mereka. Setiap sahabatku mengingatkan mereka untuk belajar, mereka dengan yakin menjawab : “Ah itu mudah…” Mungkin tidak semua siswa demikian, di kelas manapun akan ada ‘siswa yang rajin belajar’. Namun yang membuat lebih miris justru ketika siswa rajin dan pintar ini berkata, “Saya belajar bu, tapi tetap dikirim jawaban ya cuma untuk memastikan saya lulus atau tidak…” Mereka benar-benar tidak percaya kemampuan diri sendiri.

Ketika jumlah siswa lulus dan angka kelulusan menjadi prestise, inilah yang terjadi. Guru memang pahlawan tanpa tanda jasa. Tetapi bukan ketika tergabung sebagai pahlawan tanpa tanda jasa di Tim Sukses. Saya paham, mungkin guru pun terjebak oleh sistem yang sulit diruntuhkan. Karena, rasa ‘malu’ akibat banyak siswa yang tidak lulus bukan hanya ditanggung oleh siswa, namun juga oleh sekolah, kepala sekolah, bahkan dapat juga sederet kepentingan politis lain. Tetapi benarkah ini yang solusinya?

Sahabatku, dia pun tidak berdaya. Tahun ini dia terselamatkan karena dia menjadi pengawas di sekolah lain. Entah bagaimana dengan tahun depan. Dan saya pun hanya dapat memberi secuil masukan. Saya teringat sepenggal kalimat, “Mulailah dari diri sendiri, mulailah hari ini, dan mulailah dari hal terkecil.” Dan saya salut kepada sahabat saya, yang menangis karena batinnya menolak, yang tetap tidak menyerah mengingatkan siswanya untuk percaya pada kemampuan mereka, dan bersedia menceritakan hal ini untuk mencari solusi.

→ Leave a CommentCategories: inspirasi
Tagged:

Training of Multi Media Learning Production

April 18, 2009 · 4 Comments

This training was held in STMM MMTC Yogyakarta (April 2009), in order to develop our skills in developing multi media for learning purpose. The trainers are lecturer in MMTC Communication and Information Department; and ISI Yogyakarta.  Together with two teachers from SMK Kristen Surakarta, we learned about many things in multi media learning production.

The lessons are :

1. Scripting

2. Camera  Technique

3. Editing Theory

4. Corel Draw

5. Photoshop

6. Premier Pro

7. 3D Max

8. Final Project

Hmm, we only got 2 days for 3D Max, how can? Well, after bargained with the tutors, they gave us more day for 3D max with consequences that we lost a day in project…. :(

Let see what we’ll do in our final project ;)

img_2007

→ 4 CommentsCategories: Techno · i am doing

Naik Rp20 ?

April 17, 2009 · 4 Comments

Iseng2 pencet *887#

Muncul :

“Last outgoing sms was charged Rp 120″

Lho, terakhir kan dipakai untuk sms ke sesama simpati…

Coba lagi ah sms ke simpati

Cek lagi

Dan memang benar, tarif nya naik Rp 20 /sms.

Cuma Rp 20, koq ribut banget sih?

Bukannya apa-apa…

Apakah ada yang meningkat dengan teknologi sms ?

Tidak ada penambahan fitur apapun kan?  (sms warna? itu kan ada tarifnya sendiri)

Operator juga tidak harus mengeluarkan anggaran ekstra untuk fitur sms, toh infrastruktur sms sudah terinclude di infrastruktur voice dial … (hmm, klo menaikkan  kapasitas pengiriman per detik kan cuma pas lebaran aja).

Dengan angka pengguna yang sering dipake untuk iklan adalah 18 juta orang :

Asumsikan setiap orang mengirim 5 sms /hari (this may so rude, tapi misal anda punya 5 kenalan dan masing-masing mengirim anda 1 sms, maka anda harus membalas dengan 5 sms. Jelas ini asumsi yang sangat minim :D )

Berarti terjadi penambahan income:

Rp 20 x 18juta x 5 = Rp 1,8 M per HARI

O o o, angka yang kecil untuk perusahaan sekelas telkomsel!

hemat1

Tapi kalo memang ini tarif permanen, perlu dipertimbangkan nih

di saat tarif telekomunikasi sedang digembar gemborkan turun, koq ini malah  naik :(

Apa ga malu sama luna maya ato si Amir yang jual layangan?  :D

(NB: masukin kategori math, tekno atau woro2 ya? tp kesehatan ok juga nih, kesehatan layanan konsumen, hehehe :D )

→ 4 CommentsCategories: Uncategorized

Water

April 10, 2009 · 1 Comment

dsc00856

“Just flow like the water…”

I have no deal with this sentence

See the water!

Can it flow if there is no highness differences?

Water flow not just because it is a water

but because it has destiny

it must cross a long a river, down to the sea,  up to the air and be the rain…

So please,

Never say : ” I take my life just flow like the water” !!!

Its yours, make your destiny, take your chances,  grab it!

(waduh, koq jd emosi nih?) :D

*)Kuwaru Beach, Apr 10th, 09

→ 1 CommentCategories: inspirasi